Nama Djoko Tjandra Menjadi Pemberitaan Media. Siapa Dia?

Nama Djoko Tjandra, sosok pemilik nama Chan Kok Hin, akhir-akhir ini sering muncul di pemberitaan. Siapa Djoko Tjandra sebenarnya? Dan bagaimana rekam jejaknya?

Lahir di Kalimantan Barat pada 27 Agustus 1951, Djoko Tjandra memulai karirnya pada usia 17 tahun dengan membuka toko grosir bernama Sama-Sama di Irian Jaya. Pada tahun 1972, Djoko Tjandra membuka toko bernama Papindo di Panua Nugini. 3 tahun berselang, ia mendirikan PT. Bersama Mulia. Seiring berjalannya waktu, PT. Bersama Mulia berhasil menembus kerjasama dengan PT. Pertamina.

Djoko Tjandra dalam Skandal Bank Bali 1999

Nama Djoko Tjandra mulai mencuat ke publik pada tahun 1999. Sentuhan tangannya pada kasus Bank Bali membuatnya menjadi buruan polisi.

Kasus Bank Bali kala itu bermula ketika Direktur Utama Bank Bali kewalahan mengurus piutang sebesar 3 trilyun rupiah dari Bank Tiara, Bank Dagang Nasional Indonesia, dan Bank Umum Nasional. Rudy Ramli, Dirut Bank Bali mengusahakan piutang tersebut dengan menggandeng PT. Era Giat Prima dimana Djoko Tjandra saat itu menjabat sebagai direktur sementara Setya Novanto menjabat sebagai Direktur Utama sekaligus bendahara partai golkar.

Kongkalikong yang terjadi menyebabkan Djoko Tjandra ditetapkan sebagai tersangka. Namun pada saat itu ia berhasil kabur keluar negeri hingga akhirnya pada pertengahan tahun 2020 keberadaan Djoko Tjandra tercium setelah ia berhasil masuk Indonesia untuk mengurus eKTP.

Perburuan dan Penangkapan Djoko Tjandra

Pada tahun 2020, nama Djoko Tjandra yang telah lama menjadi buruan polisi terdengar. Kabarnya, ia berhasil masuk Indonesia dengan status buronan. Bantuan orang dalam menjadi spekulasi yang terbukti menjadi fakta. Diketahui, berhasilnya Djoko Tjandra masuk ke Indonesia adalah berkat bantuan beberapa jenderal di negeri ini. Selain itu, pengacara Djoko Tjandra, Anita Kolopaking, turut ditetapkan sebagai tersangka bersama Djoko Tjandra karena keterlibatannya dalam membantu Djoko Tjandra masuk ke Indonesia.