Rekomendasi Portable Audio Interface 2020

Bagi content creator seperti podcaster dan youtuber, interviewer, serta musisi, memilih peralatan audio interface tentunya tidak bisa dilakukan secara main-main mengingat pemilihan peralatan berdampak pada kualitas. Berikut ini rekomendasi audio interface terbaik 2020. Parameter utama yang digunakan untuk menentukan yang terbaik adalah portabilitas produk, fitur serta harga. Harga tertinggi yang di-list pada artikel ini adalah Rp. 7 juta rupiah. 

#1 CEntrance Mixerface

Nama produsen peralatan audio sekaliber CEntrance tentunya tidak asing lagi ditelinga pembaca sekalian. Di akhir tahun 2019 lalu, produsen kenamaan ini merilis produknya yang diberi nama CEntrance Mixerface dengan dual combo jack mic input. Bedasarkan informasi dari CEntrance dan dari review beberapa praktisi, noise floor (white noisepreamp Mixerface termasuk salah satu dari yang terbaik. Nyaris setara dengan audio interface super premium seperti RME BabyFace, AudioFuse, Mixpre, serta Apollo yang dibanderol dengan harga fantastis - sekitar 10 jutaan.

Dipilihnya MixerFace sebagai rekomendasi pertama, sesuai dengan parameter yang telah disebutkan sebelumnya, adalah karena portabilitasnya. Unit ini sangat disarankan untuk dimiliki oleh para peneliti terutama yang menggunakan metode wawancara sebagai instrumen penelitiannya, travel podcaster yang hobi merekam podcast dimanapun dan kapanpun, serta content creator yang tidak menjadikan studio sebagai pusat berkreasi seperti youtuber atau film-maker.

Satu poin plus dari CEntrance Mixerface terletak pada baterai yang tersemat paten didalam unitnya. Dengan adanya fitur tersebut, unit dapat digunakan disaat-saat dimana listrik tidak tersedia. Sebagai tambahan, dua buah port USB yang tersemat pada salah satu sisinya menjadikan unit ini menjadi makin spesial. Satu port khusus untuk charging dan satu port lainnya khusus sebagai penghubung antara unit dengan PC/laptop atau gawai (smart-phone). Hal ini akan sangat menguntungkan bagi Anda yang mengandalkan mikrofon berjenis condenser yang membutuhkan daya melalui phantom power. Pada audio interface yang kebanyakan beredar di pasaran, satu port USB digunakan untuk menghubungkan unit ke laptop atau gawai yang sekaligus sebagai daya.

CEntrance Mixerface dirilis dengan beberapa tipe, yakni Mixerface R4S, Mixerface R4, Mixerface R4R, dan Mixerface R4B. Semua tipe pada dasarnya sama. Bedanya hanya terletak pada beberapa fitur tambahan, seperti fitur direct recording pada Mixerface R4R dan tambahan mikrofon eksternal dengan mode XY pada Mixerface R4B.

Mixerface R4R dapat digunakan untuk merekam langsung kedalam memory tanpa harus menggunakan laptop atau gawai. Cukup menancapkan jack XLR atau 1/4 inch ke Mixerface, atur gain volume secara manual, tekan tombol record, unitpun siap digunakan.

Mengenai portabilitasnya, CEntrance Mixerface berukuran sangat kecil. Hampir seukuran gawai - namun lebih tebal. Perekaman selain Mixerface R4R dapat dilakukan melalui gawai dengan sambungan kabel micro-USB.

CEntrance Mixerface R4R
CEntrance Mixerface R4R - Foto: Situs resmi CEntrance

Harga Mixerface

Jika tertarik dengan unit ini, Anda dapt menebusnya dengan kocek sekitar 4 juta rupiah. Sayang sekali, hingga April 2020, unit ini belum masuk ke Indonesia. Admin Pajokka telah berkomunikasi dengan pihak CEntrance melalui e-mail membahas masalah ketersediaan produk di Indonesia. Pihak CEntrance menyatakan bahwa unit ini belum akan tersedia dalam waktu dekat untuk pasar Indonesia. Meskipun demikian, unit ini dapat dibeli melalui Amazon dan eBay.

#2 Zoom U-22, U-24, dan U-44

Posisi kedua ditempati oleh brand kenamaan Zoom. Terkait portabilitas, Zoom U-22, U-24 dan U-44 nyaris sama ringkasnya (portable) dengan CEntrance Mixerface. Bedanya, Zoom hanya sedikit lebih besar (bulky). Meskipun demikian, ukurannya masih masuk dalam kategori portabel atau ringkas. Semua tipe yang disebutkan, yakni U-22, U-24, dan U-44 dapat ditenagai dengan 2 buah baterai tipe AA yang diklaim dapat bertahan hingga 10 jam.

Ketiga seri audio interface dari Zoom ini dirilis pada 2018 silam. Zoom U-22 dirilis dengan 2 input - 1 combo jack input XLR dan 1/4 inch serta 1 buah 3.5mm jack input untuk lavalier mic. Untuk outputnya, hanya disediakan jalur RCA saja dengan model left dan right (stereo).

Seri selanjutnya, Zoom U-24, dipersenjatai dengan dual input berjenis combo jack XLR dan 1/4 inch neutrik input. MIDI input dan output menjadi tambahan fitur yang tidak ada pada Zoom U-22.

Zoom U-44 memiliki 2 buah combo jack untuk inputnya dan 4 buah output. Jika membutuhkan tambahan input, Anda dapat membeli aksesoris Zoom EXH-6 untuk mendapatkan tambahan 2 buah combo jack input. Selain itu, Zoom U-44 juga dipersenjatai dengan fitur standalone mode yang membuat unit ini dapat digunakan tanpa koneksi ke PC/laptop atau gawai.

Zoom U-44
Zoom U-44 - Foto: situs resmi Zoom

Harga Zoom U-22, U-24, dan U-44

Pada 2019 lalu, Zoom U-22 dibanderol dengan harga 1.8 juta rupiah, Zoom U-24 dibanderol dengan harga 2.5 juta rupiah, dan Zoom U-44 dibanderol dengan harga 2.8 juta rupiah. Entah karena alasan apa harga ketiga unit tersebut sedikit dinaikkan oleh para penjual di toko-toko online. 

#3 ESI UGM 192

ESI UGM 192 pertama kali diperkenalkan di NAMM 2020. Unit ini menawarkan 1 buah 1/4 inch input untuk mikrofon dan 1 tambahan input berikuran 1/4 inch lagi untuk hi-Z (impedansi rendah) untuk gitar dan bass. Sayang sekali, dalam situs resmi ESI, tidak terdapat banyak informasi yang disediakan terkait dengan produk barunya - ESI UGM 192. 

ESI UGM 192
ESI UGM 192 - Foto: situs resmi ESI
ESI UGM 192 merupakan penerus dari tipe sebelumnya, yakni ESI UGM 96. Jika Anda akrab dengan istilah-istilah teknis audio, Anda tentunya sudah familiar dengan angka 192. Benar! angka 192 merefleksikan sample rate dari perangkat audio tersebut. Artinya, perangkat tersebut mampu mengkonversi input analog hingga 192 hertz.

Sayang sekali, nama perangkat ini nyaris tidak terdengar sehingga kurang reliabel untuk diulas karena unitnya belum tersedia di Indonesia. Semoga saja pihak ESI mempertimbangkan untuk memasukkan unit ini ke Indonesia.  

Untuk Dipertimbangkan: #4 Yamaha AG-03 dan Yamana AG-06

Kedua unit ini pada dasarnya merupakan mixer. Namun keduanya dapat berfungsi sebagai audio interface. Oleh reviewer kenamaan Podcastage, Yamaha dengan seri AG ini didaulat sebagai mixer audio interface terbaik untuk live streaming. Seri AG-03 dan AG-06 ditempatkan pada urutan ke-3 karena tahun rilisnya yang tergolong sudah cukup lama. Kedua tipe ini dirilis pada 2015 silam. Hal tersebut menyebabkan kompatibilitas unit yang mungkin hampir ketinggalam zaman.

Yamaha AG-03 dilengkapi dengan sebuah input mikrofon dan sebuah hi-Z input tambahan untuk gitar dan bass. Fitur yang membuat mixer audio interface ini menarik adalah adanya fitur AUX yang memungkinkan Anda untuk menambahkan musik dari gawai Anda saat perekaman. Selain itu, fitur ini juga sangat berguna untuk para gamers yang ingin merekam audio dari game-nya. Yamaha AG-06 menawarkan semua fitur yang tersemat pada Yamaha AG-03. Bedanya, pada AG-06 terdapat tambahan input combo XLR dan 1/4 inch.

Yamaha AG03 dan Yamaha AG06
Yamaha AG03 & Yamaha AG06 - Foto: Situs resmi Yamaha

Harga Yamaha AG-03 & AG-06

Untuk Yamaha AG-03 dibanderol dengan harga 1.8 juta rupiah sedangkan untuk AG-06 dibanderol dengan kisaran harga 2.3 juta rupiah.
Artikel ini ditulis pada masa PSBB akibat Covid-19. Jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 masih menyelimuti bumi, tetaplah di rumah. Namun jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 telah menjadi sejarah, saya menganjurkan Anda untuk mengucap banyak puji dan syukur kepada sang Pencipta semesta yang masih memberi kepercayaan kepada Anda sebagai khalifah di bumi-Nya.