Zoom H8: Field Recorder dengan 12 Input

Produsen audio kenamaan Zoom baru-baru ini merilis The All New Zoom H8. Seri ini merupakan seri handy recorder teraktual yang dirilis dengan 6 input. Dengan aksesoris tambahan, input pada Zoom H8 bisa ditingkatkan menjadi 8 input dengan Zoom EXH-6 bahkan hingga 12 input dengan Zoom EXH-8.
Penampakan The All New Zoom H8 ini terlihat sedikit berbeda dibanding dengan seri-seri Zoom handy recorder sebelumnya. Seri H8 muncul dengan bentuk fisik yang menyerupai angka 8 - sesuai namanya.
Beberapa fitur menarik dari Zoom H8 ini adalah hadirnya beberapa preserts seperti musik untuk merekam musik, podcast untuk  merekam percakapan multi-persons, dan field untuk merekam sampel-sampel suara yang biasanya digunakan oleh para film-maker. Selain itu, Zoom H8 juga dilengkapi dengan input low impedance atau Hi-Z, pada input A dan B, yang memungkinkan penggunanya untuk merekam instrumen seperti gitar dan bass. Pemilihan preset dilakukan melalui layar touch screen yang terletak pada bagian bawah unit.

Satu fitur tambahan yang tidak dimiliki seri sebelum-sebelumnya adalah dimungkinkannya pengguna untuk me-remote dan me-monitor proses rekaman melalui perangkat iOS dengan tambahan aksesoris yang diidentifikasi dengan nama Zoom BTA-1.

Satu kekurangan dari Zoom H8 adalah tipe koneksinya yang masih menggunakan micro-USB. Di tahun 2020, seharusnya koneksi in-out perangkat digital dan elektronik sudah menggunakan USB type C. Selain itu, mode perekaman yang masih beroperasi pada frekuensi maksimal 92kHz juga dianggap ‘nanggung’.

Meskipun demikian, frekuensi tersebut sudah sangat cukup untuk menghasilkan rekaman kualitas tinggi.
Bersamaan dengan hadirnya Zoom H8, Zoom juga turut menghadirkan beberapa aksesoris baru seperti Zoom BTA-1, Zoom VRH-8, dan Zoom EXH-8 yang belum dikonfirmasi apakah bisa digunakan untuk seri-seri Zoom sebelumnya seperti pada Zoom H6, H5, dan F1.





CEntrance Mixerface: Audio Interface dengan Durabilitas dan Kualitas Super

Sangat disayangkan, line-up produk audio dari produsen sekaliber CEntrance - yakni CEntrance Mixerface dan CEntrance Micport Pro 2 yang dirilis belum lama ini - hingga saat ini belum masuk Indonesia. Sangat disayangkan karena produsen sekelas CEntrance telah memiliki nama besar serta reputasi yang baik di dunia audio. Line-up produk barunya - MixerFace dan Micport Pro 2 - wajib kita tunggu bersama. Apa yang spesial dari audio interface besutan CEntrance? Berikut ulasannya.

Durabilitas

Masalah durabilitas produk, video pendek berikut ini menjelaskan bagaimana kekuatan dari produk ini. Memang terkesan sangat ekstrem. Tapi tidak ada salahnya mereka mendemonstrasikan hal ini untuk meyakinkan kita semua bahwa produk tersebut tidak dibuat secara main-main.



Kualitas Audio

Mengingat produk-produk tersebut belum masuk di Indonesia, maka jelas admin tidak bisa membuktikan secara langsung mengenai kualitasnya. Namun, kita bisa melihat spesifikasi dari produk serta melihat pengujian yang dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar paham tentang seluk beluk audio - khususnya yang terkait dengan audio interface. Beberapa potongan gambar berikut ini menjelaskan spesifikasi CEntrance Mixerface.

Spesifikasi Analog CENtrance Mixerface
Spesifikasi Analog CEntrance Mixerface dari B&H


Spesifikasi Dasar CEntrance Mixerface
Spesifikasi Dasar CEntrance Mixerface dari B&H


Spesifikasi Digital CEntrance Mixerface
Spesifikasi Digital CEntrance Mixerface dari B&H

Portabilitas

Nyaris semua audio interface dewasa ini diciptakan dengan bentuk yang ringkas (portable). Namun, yang admin maksud denganportable dalam hal ini adalah ukurannya yang benar-benar ringkas. Mixerface yang menyediakan dua input combo jack XLR & 1/4 inch yang keduanya bisa digunakan untuk mikrofon dan instrumen dengan impedansi rendah (misalnya gitar dan bass).

Ukurannya yang sangat ringkas membuat Mixerface dan Micport Pro 2 bisa dimasukkan kedalam saku. Jika bisa masuk kedalam saku, maka produk ini tidak akan memakan banyak ruang dalam tas. Kira-kira hanya seukuran powerbank atau buku note kecil. Berdasarkan spesifikasi, produk ini memiliki bobot yang hanya seberat 455 gram dengan dimensi panjang 12.1cm, lebar 7cm, dan tinggi 3.6cm. Sangat ringkas, bukan?!

Build Quality

Masalah build quality, produk-produk CEntrance - khususnya Mixerface dan Micport Pro 2 - terbuat dari aluminium yang sangat kokoh. Jika Anda sempat melihat video pada sub-judul pertama diatas, Anda tentu bisa menarik kesimpulan tentang build quality-nya. Untuk CEntrance Mixerface, terdapat dua buah port USB yang masing-masing berfungsi untuk charging/power dan yang satunya lagi untuk koneksi ke gawai (smartphone) serta laptop/PC.

Seri Mixerface dibekali dengan total 6 knob yang masing-masing berfungsi untuk mengatur input serta output pada input pada/dari kedua channel. Selain itu, terdapat pilihan setting untuk mengubah mode ke line-in atau ke mode impedansi rendah atau yang dalam dunia audio dikenal dengan kode “hi-Z” (misal: gitar dan bass). 

Harga

Untuk harga dari Mixerface, berdasarkan data yang diperoleh dari situs resminya, Mixerface dibanderol dengan rentang harga $200 untuk tipe terendah (Mixerface R4S) hingga $550 untuk tipe tertinggi (Mixerface R4B).

NOTE: Harga tersebut adalah harga diskon selama masa karantina akibat pandemi Covid-19. Harga dapat berubah sesuai kebijakan pihak CEntrance.

Harga CEntrance Mixerface
Harga CEntrance Mixerface

CEntrance Micport Pro 2 yang dibekali sebuah input channel dibanderol dengan harga $300 untuk tipe dengan fitur limiter dan $350 untuk unit yang sama + sebuah headphone dari CEntrance.

Harga CEntrance Micport Pro 2
Harga CEntrance Micport Pro 2

Alat Perekam Wawancara yang Ringkas & Murah

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2015-2020), beberapa raksasa audio seperti Zoom, Tascam, dan Roland merilis beberapa produk field recorder andalannya masing-masing. Berikut ini field recorder yang dapat Anda pertimbangkan untuk menemani Anda mencari data wawancara Anda. 

#1 Tascam DR-10l

Tascam DR-10l merupakan mini field recorder. Untuk menggambarkan ukurannya, field recorder ini muat didalam saku kemeja Anda. Tascam DR-10l ini tidak dibekali internal microphone seperti field recorder kebanyakan. Tascam DR-10l menangkap sinyal analog (suara) dari lavalier microphone yang sudah include dalam paket pembeliannya.

Untuk kualitas audionya sendiri bisa dikatakan sangat jernih. Sejauh ini, belum ada komplain dari pengguna field recorder ini. Harga dari Tascam DR-10l ada pada kisaran Rp. 3.500.000.

Tascam DR-10l Black (Image by Tascam)


#2 Zoom F1-LP


Secara fisik, Zoom F1-LP sedikit lebih “gemuk” dibandingkan dengan Tascam DR-10l. Meskipun demikian, Zoom F1 masih masuk dalam kategori ringkas. 

Untuk unit yang satu ini, battery door dan slot micro SD card yang sangat ringkih adalah dua poin yang paling banyak dikeluhkan penggunanya. Selain dua poin itu, tidak ada masalah atau penyakit lainnya. Secara kualitas audio, Zoom F1-LP juga menawarkan kualitas yang jernih - bisa diadu dengan Tascam DR-10l.

Zoom F1-LP juga tidak dibekali dengan mikrofon tanam. Zoom F1-LP membutuhkan lavalier microphone untuk inputnya - sudah included dalam paket pembelian. Sesuai dengan embel-embel pada namanya, LP adalah singkatan dari lavalier package. Embel-embel LP disematkan karena Zoom F1 juga memiliki varian lain yang dibekali dengan shotgun microphone. Untuk paket dengan shotgun mic, Zoom menamainya dengan Zoom F1-SP - embel-embel SP sendiri merupakan singkatan dari shotgun package.

Satu keunggulan Zoom F1 jika dibandingkan dengan Tascam DR-10l ada pada fitur line input-nya. Dengan Zoom F1, Anda bisa melalukan perekaman dengan menggunakan dua mikrofon standar sekaligus. Namun untuk mendapatkan fitur tersebut, Anda membutuhkan aksesoris tambahan yang bernama Zoom EHX-6. Selain itu, Anda juga bisa menyambungkan jenis mikrofon lain seperti mikrofon berjenis shotgun namun hanya mendukung produk milik Zoom saja karena konektor yang digunakan berbeda dengan konektor pada mikrofon standar yang menggunakan koneksi XLR atau 1/4 inch. Untuk harganya, Zoom F1-LP dibanderol pada kisaran Rp. 2.500.000 dan untuk Zoom F1-SP dibanderol pada kisaran harga Rp. 3.500.000.

Zoom F1-LP (Image by Zoom-na)


#3 Zoom H5

Meskipun Zoom H5 merupakan field recorder yang sudah tergolong “senior” (baca: tua), namun unit ini banyak digunakan oleh profesional. Bahkan bisa dikatakan bahwa hingga 2020 ini, belum ada saingan yang mampu menyamai Zoom H5 dari segi harga dan juga fitur. Satu-satunya yang mendekati adalah Tascam DR-22WL, Tascam DR-44WL, dan Tascam DR-40 serta seri 40X. Namun, line up dari Tascam tadi masih kalah populer dibanding Zoom H5 karena preamp-nya yang terkenal agak berisik - white noise yang terlalu tinggi.

Beberapa audio experts yang menggunakan Zoom H5 antara lain: Julian Krause, Curtis Judd, pemilik Booth Junkie (lupa namanya), serta Bandrew (Podcastage).

Dengan Zoom H5, Anda dimungkinkan untuk melakukan wawancara dengan 2 mikrofon melalui combo jack input yang tersemat pada salah satu sisinya. Selain itu, Zoom H5 juga menawarkan capsule microphone berpola XY yang sudah included dalam paket pembeliannya.

Field recorder ini dapat ditenagai dengan dua buah baterai atau melalui sambungan USB. Selain berfungsi sebagai recorder, Zoom H5 juga dapat difungsikan sebagai external mic pada laptop/komputer/gawai Anda. Untuk harganya sendiri dibanderol sekitar Rp. 3.500.000. Dari seluruh field recorder yang dibahas pada artikel ini, Zoom H5 adalah unit termahal.

Zoom H5 (Image by Zoom-na)








Zoom F1: Wajib untuk Peneliti Kualitatif

Para peneliti yang mengadopsi paradigma kualitatif - lazimnya disebut social scientist - yang berkutat diwilayah naturalistik, etnografis, studi kasus, fenomenologis, humanistik, dan hermeneutik umumnya menggunakan wawancara atau interview sebagai instrumen utama penelitian mereka. Poin yang kerap kali menjadi kendala utama adalah hal-hal teknis seperti bagaimana mendokumentasikan wawancara. Terkait hal tersebut, artikel ini akan membahas peralatan wajib untuk ‘mengikat’ data wawancara. Baca artikel ini hingga selesai jika Anda menginginkan audio yang jernih dan jelas. Jika yang Anda inginkan adalah data wawancara standar - “yang penting bisa didengar” - maka halaman ini bisa Anda tutup.

Zoom F1

Zoom F1 merupakan sebuah field recorder yang sangat ideal untuk para peneliti sosial yang mengadopsi paradigma kualitatif, fenomenologis, humanistik, hermenoutik, studi kasus, dan etnografis. Ukurannya yang sangat ringkas membuat field recorder ini pantas untuk diandalkan dalam urusan merekam data wawancara. Dibalik ukurannya yang ringkas, unit ini memiliki kualitas preamp yang sangat jernih - jauh lebih jernih dibanding mikrofon gawai (smart-phone) Anda.

Pengoperasiannya tergolong cukup mudah. Cukup dengan mencolokkan lavalier microphone pada slot input di Zoom F1, slide tombol ke ON hingga layar menyala, unitpun siap digunakan. Fitur selanjutnya yang wajib disebutkan adalah live monitoring-nya. Colokkan jack headset, earphone, atau headphone Anda kedalam slot output (ukuran 3.5mm) pada Zoom F1, maka Anda dapat mendengarkan suara yang ditangkap oleh mikrofon melalui headset Anda secara real time - tanpa delay. Hal ini sangat berguna untuk memastikan kualitas audio saat wawancara berlangsung - apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan, suara terlalu kecil atau terlalu bising.

Untuk menambah fungsi dari Zoom F1, Anda dapat mempertimbangkan aksesoris bernama Zoom EXH-6 untuk membuat Zoom F1 Anda menjadi dual input. Dengan EXH-6, Anda dapat mencolokkan dua buah mikrofon secara bersamaan. Sangat berguna jika subjek penelitian Anda lebih dari satu orang atau hanya satu orang tetapi Anda mengingnkan suara Anda ikut terekam dengan jelas. 

Harga dan Kelengkapan Zoom F1

Zoom F1 dibanderol pada kisaran harga Rp. 2.500.000 dengan kelengkapan berupa 1 unit Zoom F1, 1 buah lavalier microphone, jepitan pinggang, dan sepasang baterai dengan merk Maxcell. Untuk menambah slot input mikrofon, Anda dapat menebus aksesoris bernama Zoom EXH-6 seharga Rp. 1.500.000.

Alternatif #1: Tascam DR-10l

Tascam DR-10l, harganya dapat dikatakan ‘jauh lebih mahal’ dibandingkan dengan Zoom F1. Secara fungsi dan kualitas, Tascam DR-10l dan Zoom F1 kurang lebih sama. Poin intinya, Zoom F1 memiliki kelebihan dan juga memiliki kelemahan. Jika harus dibandingkan dengan Tascam DR-10l. Kelebihan Zoom F1 terletak pada ketersediaan konektor yang memungkinkan kita untuk mendapatkan fungsi lebih, yakni melakukan wawancara terhadap 2 responden atau lebih dengan aksesoris tambahan bernama Zoom EXH-6. Kelemahannya terletak pada build quality-nya terkhusus pada tutup baterainya (battery door) yang mudah lepas. Parahnya, sekali lepas, Anda tidak akan mendapatkan replacement atau suku cadangnya. Cara satu-satunya adalah dengan berkreasi - melakukan sesuatu yang kreatif agar battery door tidak bergerak dari tempatnya. Jika Anda peduli terhadap masalah ini, Tascam DR-10l adalah alternatif terdekat.

Tascam DR-10l memiliki 1 input berukuran 3.5mm. Dengan begitu, Anda hanya dimungkinkan untuk memasang satu buah mikrofon saja. Artinya, jika responden Anda agak banyak, Anda perlu tambahan pekerjaan saat melakukan wawancara - yakni mengarahkan mikrofon ke subjek penelitian yang sedang berbicara. Jikapun subjek penelitian cuma 1 orang, suara Anda tidak akan terekam.

Harga dan Kelengkapan Tascam DR-10l

Tascam DR-10l dibanderol dengan kisaran harga Rp. 3.500.000 dengan kelengkapan 1 unit Tascam DR-10l, 1 buah lavalier microphone, dan sepasang baterai (bonus).

Alternatif #2: Tascam DR-10X

Nyaris serupa secara fisik dengan Tascam DR-10l, Tascam DR-10X dirilis dengan input berjenis XLR. Unit ini tidak bisa menyalurkan phantom power. Artinya, mikrofon jenis kondensor yang membutuhkan daya (biasanya sebesar 48 volt) tidak akan bekerja pada unit ini. Pilihan Anda hanya 2: menggunakan mikrofon berjenis dynamic atau menggunakan mikrofon berjenis condensor dengan power sendiri.

Harga dan Kelengkapan Tascam DR-10X

Tascam DR-10X dibanderol seharga dengan Zoom F1, yakni pada kisaran Rp. 2.500.000, dengan kelengkapan berupa 1 unit Tascam DR-10X.

Artikel ini ditulis pada masa PSBB akibat Covid-19. Jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 masih menyelimuti bumi, tetaplah di rumah. Namun jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 telah menjadi sejarah, saya menganjurkan Anda untuk mengucap banyak puji dan syukur kepada sang Pencipta semesta yang masih memberi kepercayaan kepada Anda sebagai khalifah di bumi-Nya.

Website VS Marketplace? ATAU Website & Marketplace?

Di zaman digital seperti sekarang ini, dua variabel yang termuat dalam judul diatas tentu telah familiar ditelinga kita semua - website dan marketplace. Terlebih lagi dimasa pandemi Covid-19 yang mengharuskan kita memindahkan seluruh aktivitas sosial ke ranah daring (online). Seluruh elemen tanpa terkecuali, mulai dari pelaku bisnis hingga pelajar tingkat SD (sekolah dasar) dituntut untuk dapat berpartisipasi dan berkontribusi terhadap negara dengan berdiam diri di rumah.

Terkhusus bagi Anda, pelaku bisnis yang selama ini menjalankan bisnisnya hanya secara luring (offline), bergabung dengan marketplace mungkin menjadi pilihan yang menjanjikan untuk menjaga perputaran roda bisnis yang “macet” karena pandemi. Agar terhindari dari efek teori seleksi alam yang menjelaskan bahwa “mereka yang tidak mampu beradaptasi akan punah”, tidak ada jalan lain selain “hijrah” ke pengelolaan bisnis secara daring (online). Satu dari sekian banyak hikmah dari pandemi Covid-19 ini adalah memicu kita semua untuk “bermigrasi” ke metode yang lebih modern. Pertanyaan inti yang akan terjawab dalam tulisan ini adalah “Pilih website? Marketplace? Atau keduanya?” Berikut kajiannya.

Titik Temu & Titik Beda

Secara literal, website dan marketplace memiliki makna yang berbeda. Meskipun ada titik dimana keduanya bersinggungan, namun pada prakteknya, keduanya berbeda. Titik temu dan titik bedanya terlihat jelas dari definisinya. Singkatnya, website merupakan platform daring (online) yang berfungsi sebagai media yang memungkinkan kita untuk menyalurkan informasi dan konten sedangkan marketplace dapat diartikan sebagai layanan berbasis daring (online) yang diberikan oleh pihak ketiga - yakni pihak yang menjembatani Anda selaku penyedia barang/jasa dengan konsumen Anda - untuk Anda gunakan sebagai “etalase” yang memajang berbagai produk dari berbagai merk kepada konsumen.

Selai dari definisi, titik temu keduanya terlihat jelas pada media yang digunakan yang biasanya berupa website atau aplikasi, atau kombinasi dari keduanya. Sedangkan titik bedanya ada pada pengaplikasiannya. Website menawarkan fleksibilitas serta kendali penuh dalam pengelolaannya. Misalnya, dari segi desain yang bisa dibuat sesuai dengan selera Anda (pemilihan tema/template, warna, font, dll). Selain itu, Anda juga dapat dengan leluasa untuk mengisi konten dalam website tersebut, misalnya menambahkan halaman “Tentang Kami”, halaman “Hubungi Kami”, dan halaman-halaman lainnya. Pada marketplace, Anda tidak dimungkinkan untuk mendesain apapun. Dengan kata lain, semua hal yang berkeenaan dengan sistem dikelola oleh pihak marketplace. Anda hanya dapat menggunakan fitur-fitur yang tersedia. Selain itu, marketplace biasanya tidak memperkenankan Anda untuk mempromosikan perusahaan atau bisnis Anda didalam marketplace tersebut seperti menyertakan link website, blog, atau Youtube.

Saya Pilih Website: Apa Saja yang Saya Butuhkan?

Untuk meng-online-kan bisnis Anda, hanya ada 2 hal yang Anda butuhkan - hosting dan domain. Keduanya perlu Anda sewa dengan durasi sewa bulanan atau tahunan - tergantung kebijakan penyedia domain dan hosting. Biaya sewanyapun beragam - tergantung dimana Anda membelinya.

Domain Murah Rumahweb
Ilustrasi Harga Domain Murah khas Indonesia oleh RumahWeb 

Singkatnya, hosting adalah ruang (space) yang menjadi tempat semua file terkait website disimpan agar dapat diakses melalui internet sedangkan domain merupakan alamat virtual bisnis Anda di dunia maya. Jika Anda tidak ingin bergantung pada layanan dari pihak ketiga dengan beragam regulasinya, membangun website dan/atau marketplace Anda sendiri dengan perangkat aturan Anda sendiri sudah sepatutnya dilakukan secara mandiri. Lantas, bagaimana jika Anda tidak memiliki ilmu tentang coding website?

Jasa Pembuatan Website oleh Rumahweb
Jasa Pembuatan Website oleh Rumahweb


Tenang! Saat ini terdapat banyak sekali jasa pembuatan website yang bisa Anda manfaatkan. Jika Anda mencari yang murah tapi berkualitas dan cepat jadi, jasa pembuatan website yang ditawarkan RumahWeb yang menggaransi pengerjaan website Anda selesai hanya dalam tempo 2 hari bisa Anda pertimbangkan. Selain itu, terdapat pula layanan optimasi website (search engine optimization) yang menjamin website Anda muncul dihalaman pertama Google sesuai dengan kata kunci yang Anda inginkan. Berita baiknya, Anda dapt menebusnya dengan harga yang sangat terjangkau (silahkan akses laman www.rumahweb.com untuk membuktikan).

Menurut hemat admin, perlu bagi setiap pelaku usaha untuk memiliki website mengingat saat ini perilaku konsumen telah berubah dari yang dominan luring (offline) bergerak pesat kearah daring (online). Jika Anda pernah menginginkan suatu barang dan tidak mendapatkan informasi barang yang Anda inginkan tersebut di internet dari sumber yang otentik, Anda akan mengetahui betapa pentingnya sebuah website untuk dimiliki. Tidak perlu mahal dan mewah. Website sederhanapun cukup.

Saya Pilih Marketplace: Apa Saja yang Harus Saya Lakukan?

Untuk bergabung pada marketplace, Anda hanya membutuhkan sebuah e-mail dan nomor telepon saja. Kebutuhan teknis lainnya antara lain, gambar/foto produk, deskripsi produk, serta keterangan lainnya tentang produk (klaim garansi, kebijakan retur, dan lain sebagainya). Setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi, maka Anda sisa menunggu notifikasi pembelian produk dari konsumen. Hanya sesederhana itu.

Bergabung dengan marketplace merupakan salah satu strategi ekspansi bisnis yang sangat menjanjikan karena marketplace dikelola oleh tim profesional dan dijalankan dengan seperangkat sistem yang sangat aman. Jaminan keamanan bertransaksi yang dijanjikan oleh marketplace secara otomatis menimbulkan kepercayaan masyarakat sebagai calon konsumen. Di marketplace, dengan segala aturan yang ada, segala bentuk potensi kecurangan yang dapat dilakukan baik oleh penyedia barang/jasa maupun konsumen dapat diminimalisir.

Bagi penyedia barang/jasa, setidak-tidaknya terdapat beberapa keuntungan jika bergabung dengan marketplace. Diantara keuntungan-keuntungan tersebut adalah tersedianya sistem yang terotomatisasi secara gratis. Ketika terdapat komunikasi dari calon konsumen - baik itu berupa pertanyaan seputar produk yang Anda pasarkan hingga pada pembelian produk, Anda sebagai pemilik usaha akan mendapatkan notifikasi langsung ke gawai (smartphone). Selain itu, di marketplace, seluruh riwayat penjualan akan terekam secara transparan. Hal ini akan sangat berguna dalam pertanggung-jawaban bulanan atau tahunan.

Saya Pilih Website & Marketplace: Apakah Mungkin?

Jawaban singkatnya, jelas mungkin! Kombinasi website dan marketplace justru menurut admin merupakan solusi yang paling ideal. Website diunggulkan karena dengannya Anda dapat menjelaskan tentang bisnis Anda secara lebih leluasa atau fleksibel agar lebih dikenal banyak orang, mempromosikan produk bisnis, serta menginformasikan event-event penting terkait bisnis Anda. Selain itu, website juga dapat digunakan untuk mengarahkan pengunjung ke situs-situs marketplace tempat Anda memasarkan produk sehingga jika faktor “kurang percaya” yang menjadi hambatan pengunjung melakukan pembelian melalui website, dengan adanya sinergi dari marketplace, faktor tersebut bisa dieliminasi. Di website, Anda bebas menjalankan aturan Anda sendiri. Menurut admin pribadi, eksistensi website adalah salah satu tolok ukur profesionalitas sebuah bisnis. Tanpa adanya website resmi, tingkat kepercayaan admin terkait profesionalitas akan menurun. Meskipun demikian, admin cenderung tidak melakukan pembelian melalui website - kecuali website tersebut telah dikenal “legit”. Dengan kata lain, bereputasi tinggi.

Di sisi lain, marketplace unggul pada poin tingkat kepercayaan konsumen (misalnya karena penggunaan rekening bersama, dll) terkait jaminan keamanan bertransaksi karena dimediasi oleh pihak ketiga (marketplace itu sendiri) yang jelas akan berdampak positif terhadap peningkatan potensi pembelian produk. Selain itu, Anda sebagai penyedia barang dan jasa juga akan sangat dimudahkan dengan berbagai sistem yang terotomatisasi. Namun, marketplace tidak memberikan fleksibilitas untuk memperkenalkan bisnis Anda - mengingat marketplace terbatas hanya untuk urusan jual-beli saja, bukan sebagai media promosi bisnis. Demikian halnya karena marketplace memiliki seperangkat aturan yang harus dipatuhi oleh pemilik barang/jasa (penjual) dan calon pembeli (konsumen) - misalnya tentang poin tidak dianjurkannya untuk bertransaksi diluar sistem marketplace. Di marketplace, Anda juga bisa mengarahkan calon konsumen atau konsumen ke website Anda dengan menyertakan kalimat-kalimat provokatif yang bernada mengarahkan (misal dengan program review website atau isi survey untuk mendapatkan diskon, dll). 

Mengingat website dan marketplace memiliki kelebihan dan kelemahan, oleh karena itu, admin memandang sinergi keduanya sebagai strategi brilian yang dapat dijalankan secara paralel. Terkait pembuatan website, admin menyarankan untuk berlabuh pada Rumahweb - penyedia hosting murah, bahkan termurah di Indonesia. Dengan begitu, masing-masing media dapat saling menutupi kelemahan dan dapat saling meningkatkan keunggulan satu sama lain. Memilih satu diantara keduanya berarti kehilangan poin plus dari media yang tidak Anda pilih. Secara subjektif, admin condong pada kesimpulan bahwa keduanya merupakan satu kesatuan yang seharusnya dijalankan secara paralel - tidak dipandang terpisah. Kalimat terakhir dari admin, jangan pertaruhkan profesionalitas dan kepercayaan konsumen dan/atau calon konsumen hanya karena alasan ingin menekan pengeluaran. Selamat bergerilya!


 

Dengar Podcast vs Nonton Youtube

Di Indonesia, podcast masih belum sepopuler youtube. Namun terdapat beberapa kalangan yang telah menggeluti dunia ini. Sensasi mendengar podcast sama persis seperti mendengar radio. Bedanya, podcast memungkinkan kita untuk memilih tema atau topik yang ingin kita dengarkan. Selain itu, podcast juga dapat didengarkan kapan saja. Lantas, bagaimana potensi podcast di tahun 2020 ini?

Podcast Sebelum 2020

Dahulu, banyak podcaster yang menyajikan podcastnya via Powerpress pada Wordpress. Untuk memiliki sebuah channel podcast seperti itu, dibutuhkan biaya yang sangat mahal. Mulai dari sewa domain dan hosting hingga pengadaan peralatan mixing yang harganya tidak main-main. Bahkan hingga 2020-pun metode seperti itu masih diadopsi banyak kalangan. Penerapan metode tersebut bahkan diidentikkan dengan embel-embel profesional yang artinya kalau belum menggunakan Wordpress dan alat mixing, podcast tersebut belum bisa dikatakan sebagai profesional.

Podcast Tahun 2020

Ditahun 2020, bahkan beberapa tahun sebelum 2020, telah bermunculan platform-platform yang memungkinkan Anda membuat suara Anda terdengar melalui channel podcast Anda. Biayanya bahkan gratis alias tanpa dipungut bayaran - terkecuali biaya langganan paket internet. Beberapa platform yang populer antara lain Anchor, PodBean, Podiant, Spreaker, dan masih banyak lagi. 

Modal yang Anda butuhkan bahkan bisa sangat minim - yakni barang yang kini bukan lagi merupakan barang mewah - yakni, gawai atau smart-phone. Hanya dengan bermodalkan sebuah gawai, Anda dapt membaut suara Anda terdengar hingga ke seantero negeri.

Youtube Vs Podcast

Meskipun tidak komparabel, namun beberapa kalangan mencoba membandingkan antara Youtube dengan podcast. Berikut ini beberapa alasan mengapa podcast lebih efektif dibandingkan Youtube. Asumsi yang digunakan dalam komparasi berikut adalah efektivitas penyajian konten.

Perlu diingat bahwa Youtube juga mengungguli podcast dalam hal lain. Misalnya dalam menikmati konten-konten tutorial, Youtube mengungguli podcast karena Youtube menyajikan konten video yang dapat dengan mudah untuk diikuti. Namun itu bukan poin yang menjadi fokus pada artikel kali ini.

#1 Berjalan pada Mode Standby

Podcast dapat didengarkan tanpa harus menyalakan layar gawai Anda. Dengan begitu, Anda dimungkinkan untuk mengerjakan aktivitas ringan seperti jogging, memasak, berbaring, atau menyapu sembari mendengarkan konten yang Anda sukai. Youtube-pun demikian. Anda tetap bisa melakukan aktivitas ringan sambil mendengarkan konten yang ingin Anda dengarkan melalui Youtube. Namun, Anda akan kehilangan poin 2 dibawah.

#2 Hemat Daya Baterai

Mengingat podcast bisa berjalan pada mode standby, maka daya gawai Anda tidak perlu dihabiskan untuk menyalakan layar. Berbeda halnya dengan Youtube yang secara otomatis akan mematikan konten yang sedang Anda dengarkan jika layar gawai Anda tidak menyala.

#3 Konsumsi Data Lebih Ringan

Meskipun ukuran file yang harus diunduh untuk mendengarkan podcast bisa mencapai puluhan megabyte per-episode - yang tergolong lumayan besar - namun podcast membutuhkan paket data yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan Youtube. 

#4 Relevansi Iklan

Meskipun kebanyakan podcast tidak mengandung iklan, namun banyak juga yang memonetisasi channel podcastnya - terutama channel-channel yang telah populer. Dalam podcast, iklan akan dibacakan oleh podcaster secara singkat, padat, dan jelas yang biasanya hanya memakan waktu kurang dari 15 detik. Poin pentingnya bukan pada masalah durasi, namun pada relevansi. Poin lebihnya adalah, podcast selalu menyajikan iklan yang relevan dengan topik yang dibicarakan. Selain itu, iklan biasanya hanya muncul sekali atau dua kali saja - biasanya pada awal dan akhir episode. Misalnya jika Anda mendengarkan podcast tentang “bahasa Inggris”, maka iklannya akan berkisar antara “kursus bahasa Inggris online” atau “materi kursus berbayar”. Berbeda halnya dengan Youtube yang kemunculan iklannya acak/random. Selain itu, iklannya terkadang tidak berkaitan dengan tema atau topik yang sedang dinikmati. Demikian halnya karena mekanisme periklanan pada podcast tidak melalui pihak ketiga. Pengiklan atau pihak yang produknya ingin dipasarkan umumnya hanya ingin produknya diperkenalkan pada channel-channel yang berkaitan dengan produk tersebut. Untuk mengamankan argumen penulis, perlu saya sampaikan bahwa trend tersebut masih berlaku saat artikel ini ditulis. Namun tidak ada jaminan kedepannya akan tetap seperti itu mengingat pesatnya perkembangan teknologi dan pemasaran.
Artikel ini ditulis pada masa PSBB akibat Covid-19. Jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 masih menyelimuti bumi, tetaplah di rumah. Namun jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 telah menjadi sejarah, saya menganjurkan Anda untuk mengucap banyak puji dan syukur kepada sang Pencipta semesta yang masih memberi kepercayaan kepada Anda sebagai khalifah di bumi-Nya.

Rekomendasi Portable Audio Interface 2020

Bagi content creator seperti podcaster dan youtuber, interviewer, serta musisi, memilih peralatan audio interface tentunya tidak bisa dilakukan secara main-main mengingat pemilihan peralatan berdampak pada kualitas. Berikut ini rekomendasi audio interface terbaik 2020. Parameter utama yang digunakan untuk menentukan yang terbaik adalah portabilitas produk, fitur serta harga. Harga tertinggi yang di-list pada artikel ini adalah Rp. 7 juta rupiah. 

#1 CEntrance Mixerface

Nama produsen peralatan audio sekaliber CEntrance tentunya tidak asing lagi ditelinga pembaca sekalian. Di akhir tahun 2019 lalu, produsen kenamaan ini merilis produknya yang diberi nama CEntrance Mixerface dengan dual combo jack mic input. Bedasarkan informasi dari CEntrance dan dari review beberapa praktisi, noise floor (white noisepreamp Mixerface termasuk salah satu dari yang terbaik. Nyaris setara dengan audio interface super premium seperti RME BabyFace, AudioFuse, Mixpre, serta Apollo yang dibanderol dengan harga fantastis - sekitar 10 jutaan.

Dipilihnya MixerFace sebagai rekomendasi pertama, sesuai dengan parameter yang telah disebutkan sebelumnya, adalah karena portabilitasnya. Unit ini sangat disarankan untuk dimiliki oleh para peneliti terutama yang menggunakan metode wawancara sebagai instrumen penelitiannya, travel podcaster yang hobi merekam podcast dimanapun dan kapanpun, serta content creator yang tidak menjadikan studio sebagai pusat berkreasi seperti youtuber atau film-maker.

Satu poin plus dari CEntrance Mixerface terletak pada baterai yang tersemat paten didalam unitnya. Dengan adanya fitur tersebut, unit dapat digunakan disaat-saat dimana listrik tidak tersedia. Sebagai tambahan, dua buah port USB yang tersemat pada salah satu sisinya menjadikan unit ini menjadi makin spesial. Satu port khusus untuk charging dan satu port lainnya khusus sebagai penghubung antara unit dengan PC/laptop atau gawai (smart-phone). Hal ini akan sangat menguntungkan bagi Anda yang mengandalkan mikrofon berjenis condenser yang membutuhkan daya melalui phantom power. Pada audio interface yang kebanyakan beredar di pasaran, satu port USB digunakan untuk menghubungkan unit ke laptop atau gawai yang sekaligus sebagai daya.

CEntrance Mixerface dirilis dengan beberapa tipe, yakni Mixerface R4S, Mixerface R4, Mixerface R4R, dan Mixerface R4B. Semua tipe pada dasarnya sama. Bedanya hanya terletak pada beberapa fitur tambahan, seperti fitur direct recording pada Mixerface R4R dan tambahan mikrofon eksternal dengan mode XY pada Mixerface R4B.

Mixerface R4R dapat digunakan untuk merekam langsung kedalam memory tanpa harus menggunakan laptop atau gawai. Cukup menancapkan jack XLR atau 1/4 inch ke Mixerface, atur gain volume secara manual, tekan tombol record, unitpun siap digunakan.

Mengenai portabilitasnya, CEntrance Mixerface berukuran sangat kecil. Hampir seukuran gawai - namun lebih tebal. Perekaman selain Mixerface R4R dapat dilakukan melalui gawai dengan sambungan kabel micro-USB.

CEntrance Mixerface R4R
CEntrance Mixerface R4R - Foto: Situs resmi CEntrance

Harga Mixerface

Jika tertarik dengan unit ini, Anda dapt menebusnya dengan kocek sekitar 4 juta rupiah. Sayang sekali, hingga April 2020, unit ini belum masuk ke Indonesia. Admin Pajokka telah berkomunikasi dengan pihak CEntrance melalui e-mail membahas masalah ketersediaan produk di Indonesia. Pihak CEntrance menyatakan bahwa unit ini belum akan tersedia dalam waktu dekat untuk pasar Indonesia. Meskipun demikian, unit ini dapat dibeli melalui Amazon dan eBay.

#2 Zoom U-22, U-24, dan U-44

Posisi kedua ditempati oleh brand kenamaan Zoom. Terkait portabilitas, Zoom U-22, U-24 dan U-44 nyaris sama ringkasnya (portable) dengan CEntrance Mixerface. Bedanya, Zoom hanya sedikit lebih besar (bulky). Meskipun demikian, ukurannya masih masuk dalam kategori portabel atau ringkas. Semua tipe yang disebutkan, yakni U-22, U-24, dan U-44 dapat ditenagai dengan 2 buah baterai tipe AA yang diklaim dapat bertahan hingga 10 jam.

Ketiga seri audio interface dari Zoom ini dirilis pada 2018 silam. Zoom U-22 dirilis dengan 2 input - 1 combo jack input XLR dan 1/4 inch serta 1 buah 3.5mm jack input untuk lavalier mic. Untuk outputnya, hanya disediakan jalur RCA saja dengan model left dan right (stereo).

Seri selanjutnya, Zoom U-24, dipersenjatai dengan dual input berjenis combo jack XLR dan 1/4 inch neutrik input. MIDI input dan output menjadi tambahan fitur yang tidak ada pada Zoom U-22.

Zoom U-44 memiliki 2 buah combo jack untuk inputnya dan 4 buah output. Jika membutuhkan tambahan input, Anda dapat membeli aksesoris Zoom EXH-6 untuk mendapatkan tambahan 2 buah combo jack input. Selain itu, Zoom U-44 juga dipersenjatai dengan fitur standalone mode yang membuat unit ini dapat digunakan tanpa koneksi ke PC/laptop atau gawai.

Zoom U-44
Zoom U-44 - Foto: situs resmi Zoom

Harga Zoom U-22, U-24, dan U-44

Pada 2019 lalu, Zoom U-22 dibanderol dengan harga 1.8 juta rupiah, Zoom U-24 dibanderol dengan harga 2.5 juta rupiah, dan Zoom U-44 dibanderol dengan harga 2.8 juta rupiah. Entah karena alasan apa harga ketiga unit tersebut sedikit dinaikkan oleh para penjual di toko-toko online. 

#3 ESI UGM 192

ESI UGM 192 pertama kali diperkenalkan di NAMM 2020. Unit ini menawarkan 1 buah 1/4 inch input untuk mikrofon dan 1 tambahan input berikuran 1/4 inch lagi untuk hi-Z (impedansi rendah) untuk gitar dan bass. Sayang sekali, dalam situs resmi ESI, tidak terdapat banyak informasi yang disediakan terkait dengan produk barunya - ESI UGM 192. 

ESI UGM 192
ESI UGM 192 - Foto: situs resmi ESI
ESI UGM 192 merupakan penerus dari tipe sebelumnya, yakni ESI UGM 96. Jika Anda akrab dengan istilah-istilah teknis audio, Anda tentunya sudah familiar dengan angka 192. Benar! angka 192 merefleksikan sample rate dari perangkat audio tersebut. Artinya, perangkat tersebut mampu mengkonversi input analog hingga 192 hertz.

Sayang sekali, nama perangkat ini nyaris tidak terdengar sehingga kurang reliabel untuk diulas karena unitnya belum tersedia di Indonesia. Semoga saja pihak ESI mempertimbangkan untuk memasukkan unit ini ke Indonesia.  

Untuk Dipertimbangkan: #4 Yamaha AG-03 dan Yamana AG-06

Kedua unit ini pada dasarnya merupakan mixer. Namun keduanya dapat berfungsi sebagai audio interface. Oleh reviewer kenamaan Podcastage, Yamaha dengan seri AG ini didaulat sebagai mixer audio interface terbaik untuk live streaming. Seri AG-03 dan AG-06 ditempatkan pada urutan ke-3 karena tahun rilisnya yang tergolong sudah cukup lama. Kedua tipe ini dirilis pada 2015 silam. Hal tersebut menyebabkan kompatibilitas unit yang mungkin hampir ketinggalam zaman.

Yamaha AG-03 dilengkapi dengan sebuah input mikrofon dan sebuah hi-Z input tambahan untuk gitar dan bass. Fitur yang membuat mixer audio interface ini menarik adalah adanya fitur AUX yang memungkinkan Anda untuk menambahkan musik dari gawai Anda saat perekaman. Selain itu, fitur ini juga sangat berguna untuk para gamers yang ingin merekam audio dari game-nya. Yamaha AG-06 menawarkan semua fitur yang tersemat pada Yamaha AG-03. Bedanya, pada AG-06 terdapat tambahan input combo XLR dan 1/4 inch.

Yamaha AG03 dan Yamaha AG06
Yamaha AG03 & Yamaha AG06 - Foto: Situs resmi Yamaha

Harga Yamaha AG-03 & AG-06

Untuk Yamaha AG-03 dibanderol dengan harga 1.8 juta rupiah sedangkan untuk AG-06 dibanderol dengan kisaran harga 2.3 juta rupiah.
Artikel ini ditulis pada masa PSBB akibat Covid-19. Jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 masih menyelimuti bumi, tetaplah di rumah. Namun jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 telah menjadi sejarah, saya menganjurkan Anda untuk mengucap banyak puji dan syukur kepada sang Pencipta semesta yang masih memberi kepercayaan kepada Anda sebagai khalifah di bumi-Nya.

Review Podcaster: Zoom H1n

Bagi orang yang telah lama berkecimpung di dunia audio atau yang paling tidak pernah sedikit mendalami dunia audio, produsen kenamaan Zoom pasti tidak asing lagi. Zoom dikenal memiliki line-up produk berkualitas yang mampu meng-handle kebutuhan penggunanya untuk urusan audio. Sebut saja Zoom H1n yang menjadi suksesor produk legendarisnya - Zoom H1. Berikut ini review Pajokka sebagai pengguna Zoom H1n.

Sejak resmi dirilis pada 2018 silam, Pajokka memesan produk Zoom ini dengan perjuangan menunggu selama kurang lebih 3 bulan sampai akhirnya mendarat di tangan Pajokka. Sampai sekira 2 tahun setelah dimiliki, produk ini masih berfungsi mulus dan masih rutin digunakan. 2 tahun pemakaian, belum ada keluhan terkait fungsi produk. Melalui paragraf ini, penulis bermaksud menggambarkan durabilitas produk.

Build Quality dan Fitur

Hampir 100 persen bahan yang digunakan adalah plastik yang terkesan agak ringkih namun masih dapat dikatakan solid. Satu-satunya bahan yang berbeda adalah mic capsule dengan model XY yang tersemat dibagian atasnya. Selebihnya, plastik yang agak ringkih. Untuk menggunakan item ini, dibutuhkan 2 buah baterai AAA. Selain itu, item ini bisa juga ditenagai melalui charger micro USB.

Dibagian atas, tersemat dua buah mikrofon yang terlindungi oleh palang berbahan plastik. Dibawah mikrofon, tesemat sebuah knob yang berfungsi sebagai gain level yang mengatur inputnya. Knob untuk mengatur gain level input-nya tidak menggunakan desibel seperti kebanyakan field recorder yang beredar dipasaran melainkan rentang angka 1 hingga 10.

Dibawahnya knob, terdapat sebuah layar yang menginformasikan sinyal suara yang ditangkap olehmic kiri dan mic kanan yang berpola XY. Sinyal suara diukur dengan desibel, yakni -48 desibel yang berarti sinyal sangat lemah, -32, -18, -12, -6, dan 0 desibel yang berarti peak. Hal ini akan sangat membantu terutama ketika fitur autolevel untuk gain input-nya dinonaktifkan. Mengenai fitur autolevel akan dijelaskan dibawah.

Selanjutnya, tepat dibawah layar, terdapat 4 buah tombol kecil yang berjejer dari kiri ke kanan yang masing-masing berfungsi sebagai tombol pengatur audio, low cut, limiter, dan autolevel on/off.

Dibawah 4 tombol pintasan tadi, terdapat sebuah lampu yang mengindikasikan item telah merekam atau belum, serta peaking yang ditandai dengan kedipan. Disampingnya, terdapat tombol rec untuk merekam.

Dibawahnya lagi, terdapat 4 buah tombol, masing-masing: stop, play/pause, backward, dan forward. Bagian paling bawah ditempati sebuah speaker mini untuk mendengarkan hasil rekaman. Speaker ini otomatis aktif jika Zoom H1n tidak mendeteksi headset pada colokan line out-nya.

Pada sisi kanan, terdapat beberapa tombol dan slot, masing-masing: slot line in untuk mikrofon eksternal, slot memory dengan tipe micro SD, tombol hapus, tombol setting dan power, serta slot DC5V dengan jenis micro USB.

Pada sisi kiri, terdapat slot line out untuk headset/headphone untuk memonitor rekaman dan mendengarkan ulang hasil rekaman; serta tombol volume up dan down untuk mengatur level suara.

Zoom H1n Pajokka
Penampakan Fisik Zook H1n

Review Singat Fitur dan Fungsi

Zoom H1n memiliki beberapa fitur dan fungsi yang sangat berguna - terkhusus untuk kebutuhan saya yang tidak terlalu kompleks. Saya menggunakan unit ini sebagai alat dokumentasi wawancara penelitian. Namun akhir-akhir ini, produk tersebut saya alih-fungsikan sebagai “interface” untuk merekam project podcast saya. Berikut ini ringkasan fitur dan fungsinya.

Field Recorder

Zoom H1n dapat langsung digunakan untuk merekam suara setelah baterai AAA disematkan didalamnya. Untuk pengoperasian item ini, Anda hanya perlu menggeser dan menahan tombol power selama 1 detik. Setelah itu, item siap digunakan. Fungsi tersebut sangat berguna terutama untuk merekam sampel-sampel suara di lapangan, interviewer, serta reporter.

Mic Eksternal

Selain sebagai field recorder, item ini juga dapat digunakan sebagai external microphone untuk kamera melalui kabel AUX, gawai (iOS & Android) melalui konektor tambahan - Apple Camera Connection Kit untuk iPhone/iPad serta kabel OTG untuk Android, serta laptop atau komputer melalui USB. Zoom H1n juga mumpuni untuk tujuan online meeting. Bagi Anda yang kecewa dengan kualitas mikrofon laptop atau gawai Anda, Zoom H1n dapat Anda pertimbangkan. Unit ini bekerja di Mac dan Windows 10. Selain dua sistem operasi tersebut, admin belum pernah mengujinya.

Impresi Penggunaan

Selama kurang lebih 2 tahun, Zoom H1n yang admin miliki masih berfungsi dengan normal dengan riwayat pemakaian kurang-lebih 10 jam per-pekan.

Untuk tujuan podcasting, Zoom H1n saya masukkan dalam kategori cukup. Sebagai gambaran, kualitas suara yang dihasilkan oleh item yang dibanderol dengan kisaran harga Rp.1.800.000 ini jauh lebih profesional dibandingkan dengan rekaman melalui gawai. Namun, penggunaannya membutuhkan trik khusus agar kualitas suara yang dihasilkan dapat terdengar lebih profesional. Salah satu trik khusus yang admin maksud adalah cara memegang unit saat digunakan (handling noise). Sedikit gesekan kulit Anda pada unit akan terdengar sangat jelas. Oleh karena itu, setelah tombol REC ditekan, upayakan agar Anda menggunakan tangan yang dominan dan ambil posisi ternyaman karena tangan yang Anda gunakan untuk menggenggam unit ini tidak boleh bergerak sama sekali. Trik khusus lainnya adalah menganalisis tingkat kebisingan kondisi sekitar serta angin. Perlu diketahui bahwa angin ‘tipis-tipis’ yang berhembus disekitaran mikrofon dapat sangat mengganggu kualitas rekaman. Oleh karena itu, selalu gunakan wind foam serta headset untuk memonitor suara yang masuk. Anda akan memahaminya jika Anda memiliki produk ini.

Satu komplain untuk Zoom H1n dari admin adalah kurangnya fitur shield yang menyebabkan interference atau gangguan dari sinyal seluler dan wifi. Untuk itu, unit ini tidak disarankan untuk digunakan disekitar alat penerima dan pemancar sinyal seperti gawai dan router/modem.

Meskipun Zoom secara implisit menyatakan bahwa item ini ditujukan untuk podcaster, namun menurut saya pribadi, saya tidak menyarankan Anda untuk membelinya jika Anda ingin menghasilkan podcast tanpa ambient noise (kecuali jika Anda ruang rekaman Anda cukup hening - tanpa kipas, tanpa AC, tidak dekat mesin dan jalan - serta didukung oleh editing software yang profesional). Demikian halnya karena mikrofon yang tersemat pada Zoom H1n sangat sensitif sehingga suara-suara yang tidak diinginkan akan ikut terekam meskipun sumber suaranya cukup jauh.

Beli item ini jika Anda ingin podcast Anda lebih natural - podcast dengan suara humming dari kulkas, AC, mesin air, mesin cuci, atau suara kipas laptop/PC jika Anda rekaman di rumah, podcast dengan backsound suara mesin kendaraan jika Anda rekaman disekitaran jalan raya atau podcast dengan backsound keramaian jika Anda di cafe.
Disclaimer! Perlu saya tegaskan bahwa Pajokka adalah podcaster musiman. Opini diatas dibangun berdasarkan pandangan subjektif. 
Artikel ini ditulis pada masa PSBB akibat Covid-19. Jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 masih menyelimuti bumi, tetaplah di rumah. Namun jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 telah menjadi sejarah, saya menganjurkan Anda untuk mengucap banyak puji dan syukur kepada sang Pencipta semesta yang masih memberi kepercayaan kepada Anda sebagai khalifah di bumi-Nya.

Warkop Waduk Borong

Sejak lama, ngopi telah menjadi gaya hidup masyarakat kota Makassar. Tidak heran, jika Anda berkunjung ke kota ini, Anda akan dengan mudah menemukan kedai kopi atau warung kopi. Menu kopi susu merupakan item yang paling laris disetiap warung kopi. Jika Anda berkunjung ke Kota Daeng, jangan lewatkan sensasi menyeruput kopi susu khas Makassar.

Menu Warkop Waduk, Borong
Menu Warkop Waduk, Borong

Warkop Waduk terletak di kelurahan Borong, kecamatan Manggala, kota Makassar. Lokasi warkop ini cukup strategis sehingga menjadi pilihan yang tepat untuk bersantai dan mengusir penat bagi masyarakat kota Makassar, khususnya mereka yang bedomisili di kelurahan Borong. Alasan itu pula yang membuat admin Pajokka sering berkunjung ke tempat ini. Satu yang tak kalah penting, pemandangan waduk yang eksotis yang disuguhkan dijamin akan membuat Anda ingin kembali ke tempat ini. Gambar dibawah ini adalah potret eksotisnya waduk Borong Tunggu Pampang.

Waduk Tunggu Pampang, Borong
Eksotisme Waduk Tunggu Pampang, Borong

Warkop waduk dilengkapi dengan ruang ber-AC (non-smoking room) dengan harga menu yang sedikit lebih mahal (naik sekitar Rp. 2000) dibanding harga standar (smoking room). Bagi Anda yang kurang mampu mentoleransi suhu di Makassar yang cukup panas, ruangan ini cocok untuk menampung Anda sembari merasakan sensasi kopi susu khas Makassar.

Oleh pemiliknya (om Eka yang sering berkaos hitam dengan celana puntung dan hobi vaping), ruangan non-smoking dengan lebar kurang lebih 2.5 meter dan panjang kurang lebih 4 meter ini dibuat reservable - dengan kata lain, Anda bisa mereservasi ruangan ini untuk rapat, pertemuan, arisan, atau untuk “kopi darat”. Sayangnya, jika ruangan non-smoking direservasi, pengunjung reguler hanya dapat menempati smoking room saja yang lumayan padat pada siang, sore, dan malam hari.
Untuk memudahkan Anda mencari jalan menuju Warkop Waduk Borong, silahkan mengklik link lokasi yang tersedia dibagian bawah halaman ini.

Akomodasi Warkop Waduk Borong

  • Smoking room dengan TV
  • Non-smoking room dengan AC & TV

Menu Warkop Waduk Borong

  • Kopi hitam - Rp. 8000
  • Kopi susu kecil - Rp. 9000
  • Kopi susu besar - Rp. 10.000
  • Es kopi - Rp. 12.000
  • Teh panas - Rp. 8000
  • Teh susu kecil - Rp. 9.000
  • Teh susu besar - Rp. 10.000
  • Pisang goreng - Rp. 15.000
  • Pisang goreng topping - 18.000
  • Ubi (singkong) goreng - Rp. 18.000
  • Kentang goreng - Rp. 18.000
  • Mie instan polos - Rp. 11.000
  • Mie rebus telur - Rp. 14.000
Klik link berikut (Warkop Waduk Borong) untuk melihat lokasi via Google Map.
Artikel ini ditulis pada masa PSBB akibat Covid-19. Jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 masih menyelimuti bumi, tetaplah di rumah. Namun jika Anda membaca artikel ini saat pandemi Covid-19 telah menjadi sejarah, saya menganjurkan Anda untuk mengucap banyak puji dan syukur kepada sang Pencipta semesta yang masih memberi kepercayaan kepada Anda sebagai khalifah di bumi-Nya.

Pelaksanaan PSBB di Kota Makassar

Covid-19 (coronavirus disease 2019) yang telah mewabah diseluruh penjuru negeri sejak Desember 2019 silam telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dan bersosialisasi. Tidak terkecuali di kota Makassar. Pada pertengahan April 2020, ibu kota provinsi Sulawesi Selatan mulai menjalankan PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dimana dalam pelaksanaannya, mobilitas masyarakat akan dibatasi - terbatas hanya untuk membeli sembako dan obat-obatan saja.

Pelaksanaan PSBB

Pengajuan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) setidak-tidaknya harus memenuhi dua poin berikut:
  1. Terdapat peningkatan jumlah kasus dan tingkat kematian yang dalam hal ini diakibatkan oleh pandemi Covid-19.
  2. Terdapat kaitan epidemologis (studi tentang perilaku kesehatan masyarakat) di negara atau di wilayah lain.
Disetujuinya penerapan PSBB oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di wilayah Kota Makassar tentunya telah berdasarkan pertimbangan bahwa dua poin yang disebutkan diatas telah dipenuhi. Melalui rilis terakhir pemerintah provinsi Sulawesi Selatan (16 April 2020 - 13.XX WITA),  jumlah orang dalam pengawasan (ODP), pasien dalam pantauan (PDP), dan kasus positif diketahui mengalami peningkatan yang cukup pesat. Diprediksi jumlah tersebut akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Data Covid-19 Makassar 16 April 2020
Data Covid-19 Makassar 16 April 2020 berdasarkan Jumlah Kasus Positif Terbanyak

Selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), masyarakat diharuskan untuk beraktivitas didalam rumah. Jikapun harus keluar rumah, terbatas hanya untuk pemenuhan bahan makanan dan obat-obatan saja. Sanksi pidana menanti masyarakat yang kedapatan beraktivitas diluar rumah selama penerapan PSBB tanpa alasan yang dapat diterima. Lebih dari 1.500 aparat gabungan dikerahkan guna menjamin keterlaksanaan pembatasan sosial berskala besar di Kota Daeng.

Sanksi Pelanggar PSBB

Dikutip dari berbagai sumber, para pelanggar PSBB akan dikenai sanksi yang beragam, tergantung jenis pelanggaran yang dilakukan. Berdasarkan aturan tentang penanggulangan dan penanganan wabah yang penulis temukan diberbagai pusat keramaian di wilayah Makassar, sanksi berupa kurungan dan denda menanti pelanggar. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan pelanggar adalah pengunjung dan penanggung-jawab usaha yang menampung pengunjung (menimbulkan keramaian).

Sebagai rujukan, silahkan baca Undang-Undang No. 6 Tahun 2018 Pasal 93 tentang Kekarantinaan Kesehatan

Tindakan aparat dan pihak berwenang lainnya terhadap pelanggar PSBB pada beberapa wilayah di Indonesia yang telah lebih dahulu menerapkan PSBB beragam, mulai dari penanda-tanganan surat teguran hingga pidana 1 tahun penjara dan denda sebanyak Rp. 1.000.000 (satu juta rupiah).

PSBB Makassar, Sulawesi Selatan

Pelaksanaan PSBB di kota Makassar diprediksi akan kurang lebih sama dengan pelaksanaan PSBB di  Beberapa wilayah di Indonesia yang telah lebih dahulu menerapkan PSBB - akan diwarnai dengan banyak pelanggaran. Melalui artikel ini, segenap masyarakat kota Makassar diharapkan agar maklum dan menunjukkan sikap koperatif dalam mendukung program pemerintah terkait pemutusan penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan demi kebaikan bersama.

Berdasarkan pantauan, di hari terakhir masa sosialisasi PSBB di kota Makassar, masih banyak masyarakat yang berlalu-lalang. Disore hari, sekelompok masyarakat masih berkumpul di beberapa titik. Sebut saja di sekitaran waduk Tunggu Pampang, Kelurahan Borong. Lokasi yang kerap dipilih masyarakat untuk jogging ini masih terlihat ramai.

Pada hari pertama hingga hari ketiga pemberlakuan PSBB, penulis melihat nyaris tidak ada perbedaan sebelum dan saat PSBB diberlakukan. Masyarakat yang berkeliaran masih sangat banyak. Selain itu, beberapa rumah ibadah juga terpantau masih digunakan untuk sholat tarawih - meskipun jumlah jama’ahnya relatif sedikit.

Pemberlakuan PSBB di kota Makassar diawali dengan tahapan uji coba PSBB yang dilaksanakan pada 21 April 2020 hingga 23 April 2020. Pemberlakuan efektif PSBB di Makassar diterapkan terhitung sejak 24 April 2020 hingga 7 Mei 2020. Pada masa uji coba, pemerintah setempat akan melakukan sosialisasi PSBB dengan target utama pembinaan untuk masyarakat. Terhitung sejak berlaku efektifnya PSBB, masyarakat yang melakukan pelanggaran akan ditindak sesuai dengan hukum yang telah ditetapkan.

Menyikapi PSBB di Makassar

Demi kebaikan diri kita pribadi, keluarga, kolega, dan segenap masyarakat kota Makassar, diharapkan aturan-aturan mengenai PSBB agar dipatuhi secara konsisten. Pemberlakuan PSBB didasari atas tujuan mulia - membersihkan Sulawesi Selatan dan Makassar pada khususnya dari Covid-19. Selain itu, tanpa mengurangi kemuliaan bulan ramadhan, diharapkan agar masyarakat dapat mengikuti himbauan ulama yang disampaikan melalui surat edaran MUI pusat dan provinsi. Percayalah bahwa himbauan penutupan masjid untuk sementara waktu dikeluarkan setelah melalui proses kajian yang dalam oleh para ulama - tidak serta merta dikeluarkan tanpa dalil.

Jika kita belum mampu untuk berkontribusi secara langsung dalam upaya memerangi Covid-19, maka cukuplah bagi kita untuk berdiam di rumah sebagai bentuk kontribusi aktif serta wujud pengabdian kita kepada bangsa yang telah menaungi kita selama ini, terkhusus kepada kota kita tercinta Makassar.

Pemilihan penerapan PSBB dipandang sangat penting dan urgent mengingat persentase penambahan pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif Covid-19 sangat pesat. Pencegahan penyebaran Covid-19 di Sulawesi Selatan dan Makassar pada khususnya tidak cukup diemban pemerintah saja, melainkan membutuhkan partisipasi aktif dari segenap masyarakat Makassar.